Langsung ke konten utama
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi"

Mengapa Kebaikanmu Tak Dihargai? Renungkan dengan Hati dan Ingatlah Allah


Oleh : Meylina Hidayanti

Pernahkah kamu merasa bahwa segala kebaikanmu tak pernah dihargai? Di saat kita berusaha membantu, memberi, dan beramal, kamu malah mendapatkan perlakuan yang tak sepadan. Rasa kecewa dan sedih mungkin menyelimuti hatimu.

Namun, sebelum larut dalam kesedihan, cobalah renungkan lebih dalam pada hati. Sudahkah kita hadirkan Allah dalam setiap aktivitas? Apakah kita melakukan kebaikan tersebut dengan ikhlas dan semata-mata karena Allah?

Allah Dulu, Allah Terus, Allah Lagi
Menjadikan Allah sebagai landasan utama dalam setiap tindakan adalah kunci kebahagiaan dan ketenangan hati. Ketika kamu melakukan segala sesuatu karena Allah, bukan karena manusia, beban di hatimu akan terasa lebih ringan.

Tinggalkan Ego dan Fokus pada Kebaikan
Seringkali rasa kecewa dan sedih muncul karena kita terpaku pada penilaian manusia. Kita mengharapkan balasan atas kebaikan yang kita lakukan. Hal ini dapat menumbuhkan rasa ego dan kesombongan dalam diri. Oleh karena itu, penting untuk meninggalkan ego dan fokus pada kebaikan itu sendiri. Lakukan semua perbuatan dengan ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Yakinlah bahwa Allah akan membalas setiap kebaikanmu dengan cara yang tak terduga.

Menjadikan Kebaikan sebagai Kebiasaan
Jadikan kebaikan sebagai kebiasaan dalam hidupmu. Lakukan kebaikan sekecil apa pun, mulai dari hal-hal kecil di sekitarmu. Bantu orang tua di rumah, tolong teman yang kesulitan, atau bagikan makanan kepada orang yang membutuhkan.

Just Let's Fastabiqulkhairat
Marilah kita saling berlomba-lomba dalam kebaikan, sebagaimana diajarkan dalam Al-Quran. Fastabiqulkhairat, yang berarti berlomba-lomba dalam kebaikan, merupakan ajakan untuk selalu berusaha melakukan hal-hal yang bermanfaat dan positif.

Kuncinya adalah :
JANGAN HADIRKAN RASA "AKULAH YANG PALING BERJASA", AGAR MUDAH HADIRKAN IKLAS DALAM SETIAP AKTIVITAS

Maka, ketika kamu merasa bahwa kebaikanmu tak dihargai, renungkanlah hatimu. Apakah kamu melakukannya dengan ikhlas dan semata-mata karena Allah?

Jadikan Allah sebagai landasan utama dalam setiap tindakanmu, tinggalkan ego, dan fokuslah pada kebaikan itu sendiri. Lakukan kebaikan sekecil apa pun, dan jadikanlah kebiasaan dalam hidupmu. Marilah kita saling berlomba-lomba dalam kebaikan, Just Let's Fastabiqulkhairat!

Ingatlah, Allah selalu melihat setiap perbuatanmu. Kebaikan yang kamu lakukan tidak akan pernah sia-sia

Wallahu'allam bishawab

Komentar

Popular Posts

SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA

Dalam capaian pembelajaran fase D terbaru 2024 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terdapat materi tentang pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Mitigasi Bencana. Dalam materi tersebut, diharapkan siswa memahami upaya bencana untuk menunjang Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional maupun global. Berikut uraian materi singkat terkait : SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA Sustainable Development Goals (SDGs) diadopsi pada tahun 2015 sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015. SDGs merupakan serangkaian 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, SDGs mem-petakan pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Adapun 17 tujuan Sustainable Development Goals (SD...

Ikhtiar sederhana meraih ampunanNya

Gambar diambil dari Pixabay.com Dari Anas bin Malik ra, berkata, Rasulullah saw bersabda : "Seluruh Bani Adam (Manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat" HR. At Tirmidzi : 2499) "Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dansiang, dan Aku mengampuni semua dosa, maka  minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian " (HR. Muslim) Terdapat satu do'a sederhana, jika kita mengamalkannya, akan mendatangkan ampunan dari Nya. Do'a tersebut dibaca setelah kita selesai membaca tasyahud seusai shalat.   Telah menceritakan kepada kami  Abdullah bin 'Amru Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Al Husain Al Mu'allim dari Abdullah bin Buraidah dari Handlalah bin Ali bahwa Mihjan bin Al Adra' telah menceritakan kepadanya, katanya Mihjan; "Rasulullah shallallahu ...

Bersegeralah Sebelum Pintu itu Tertutup

  Oleh : Meylina Hidayanti “Tidaklah seorang muslim yang memiliki kedua orang tua, kemudian pada waktu pagi ia lakukan kebaikan kepada keduanya, kecuali Allah akan bukakan untuknya dua pintu surga. Dan ketika sore hari ia masih melakukan kebaikan kepada kedua orang tuanya, kecuali Allah bukakan lagi untuknya dua buah pintu surga”   [ HR. Al Baihaqi ] Di Yaman, pada zaman Nabi Muhammad SAW, terdapat seorang pemuda yatim, yang tak punya sanak famil i kecuali hanya ibunya yang telah tua renta, lumpuh dan dengan penglihatan yang telah kabur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia bekerja sebagai penggembala domba. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama sang ibu, dan jika terdapat kelebihan rezeki, ia gunakan untuk membantu tetangganya yang kekurangan. Dia seorang pemuda dengan penampilan cukup tampan, bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, kulitnya kemerah-merahan.Pakaiannya hanya dua helai sudah kusut, yang satu untuk penu...