Oleh : Meylina Hidayanti “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah” [ HR. At Tarmidz ] Empat abad silam, setiap pagi seorang lelaki pergi menemui seorang pengemis yahudi tua renta, tak bergigi, lumpuh serta buta kedua matanya, untuk melembutkan makanannya. Pengemis itu begitu membenci Islam sebagaimana ia membenci Rosulullah saw. Dikarenakan begitu besar kebenciannya terhadap Rasulullah, sehingga setiap harinya ia senantiasa mencaci maci Rasulullah saw. Ia memuntahkan kebenciannya kepada Nabi yang datang dari bangsa Arab, bukan Yahudi. Namun dengan lembut Lelaki ini tetap memberikan suap demi suap makanan kepada mulut sang pengemis tua itu. Dan pada setiap kali suapan itu pula, sang pengemis berkata “bunuh Muhammad... bunuh Muhammad” dan berbagai cacian yang terus keluar dari mulutnya. Namun si lelaki ini tetap saja dengan lembut memasukan makanan sesuap demi sesuap ke dalam mulut pengemis tua tersebut, hingga suatu ketika si ...
Media Edukasi dan Informasi Online