Langsung ke konten utama
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi"

Aktivitas Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Islam [Materi IPS Kelas VII : Kurikulum Merdeka]

 AKTIVITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA ISLAM 


Tujuan Pembelajaran

  • Menjelaskan persebaran persebaran Islam di Indonesia.
  • Menjelaskan teori apa yang paling kuat dan mendukung persebaran Islam di Indonesia.
  • Menjelaskan kerajaan apa saja yang menganut kepercayaan Islam di Indonesia.
  • Menjelaskan peninggalan sejarah kerajaan Islam yang masih dapat kita jumpai sampai saat ini


Materi Pembelajaran :

  • Masuknya Islam ke Indonesia

Peradaban Hindu-Buddha mengalami kemunduran salah satunya karena penyebaran Islam yang sudah sampai di Nusantara. Islam yang telah masuk kemudian berkembang dengan pesat. Islam diterima oleh masyarakat Indonesia karena datang dengan damai, Islam tidak membedabedakan stratifikasi manusia berdasarkan kelas, metode ibadah umat Islam mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya. Belum dapat dipastikan dengan benar kapan dan di mana Islam mulai masuk ke Indonesia. Berbagai teori berkembang mengenai kapan dan di mana Islam mulai menyebar

  • Bukti Masuknya Islam ke Indonesia

    1. Berita dari Cina pada Dinasti Tang : Berita Dinasti Tang menyatakan bahwa terdapat orang-orang Islam dari Arab/Persia di pesisir barat pantai Sumatra.
    2. Batu Nisan Fatimah Binti Maimun, di Leran Gresik : Makam Fatimah binti Maimun berangka tahun 475 H (1082M). Hal ini membuktikan bahwa pada masa Kerajaan Kediri, agama Islam sudah masuk ke Pulau Jawa, walaupun belum menyebar luas di daerah Jawa Timur.
    3. Batu nisan Sultan Malik As Shalih & Catatan Perjalanan Marcopolo, pada Abad ke-13 : Dalam catatan tersebut dijelaskan bahwa di Nusantara telah terdapat beberapa kerajaan Islam, seperti Perlak dan Samudra Pasai
    4. Catatan Ibnu Batutah dan ditemukannya komplek makam Troloyo, pada Abad ke-14
    5. Makam Maulana Malik Ibrahim dan berita Ma Huan, pada Abad ke-15 : Dalam berita tersebut dijelaskan bahwa telah terdapat saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di Pantai Utara (Gresik)

  • Proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia melalui beberapa cara/saluran :

    1. PEDAGANG : Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat singgah berbulan-bulan di Malaka dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, mereka membentuk perkampungan muslim Perdagangan merupakan jalan dakwah pertama awal masuknya Islam ke Indonesia
    2. PERNIKAHAN : Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat singgah berbulan-bulan bahkan menetap di Indonesia, banyak diantara mereka yang menikah dengan wanita-wanita Indonesia. Dengan perkawainan terbentuklah ikatan kekerabatan besar beragama Islam yang merupakan awal terbentuknya masyarakat Islam
    3. PONDOK PESANTREN : Di pondok pesantren, para santri dari berbagai daerah belajar ilmu kepada para ulama secara mendalam. Setelah selesai, pada santri berkewajiban berdakwah menyebarkan ajaran Islam
    4. AJARAN TASAWUF : Tasawuf mengajarkan kepada umat Islam untuk selalu membersihkan jiwanya dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal ini sesuai dengan keadaan masyarakat saat itu yang banyak dipengaruhi oleh ajaran dan budaya Hindu-Buddha yang memelihara hidup kebatinan
    5. SENI BUDAYA : Seni gamelan dan wayang mengundang masyarakat untuk berkumpul, momen tersebut menjadi sarana untuk menyebarkan ajaran agama Islam

  • KERAJAAN-KERAJAN ISLAM di INDONESIA

SAMUDRA PASAI “Garda Terdepan Nusantara”

Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara yang terletak di Pantai Timur Pulau Sumatra bagian Utara berdekatan dengan jalur pelayaran perdagangan internasional, waktu itu bernama selat Malaka. Sedangkan pusat pemerintahan berada di kota Pasai

Pada masa pemerintahan Malik Ath Thahir, Samudra Pasai berkembang baik di bidang perdagangan maupun penyebaran agama Islam. Kekuasaan kerajaan Samudra Pasai mulai melemah dan mengalami kemunduran ketika Malik Al Mansyur (Putra Sultan Malik Ath Thahir) memisahkan diri dari Baruman

Faktor penyebab kemunduran Kerajaan Samudra Pasai diantaranya:

tidak ada pemimpin yang cakap dan terkenal setelah meninggalnya Sultan Malik Ath Thahir.

berdirinya Bandar Malaka yang letaknya lebih strategis

ACEH DARUSSALAM “Benteng Tangguh Islam di Nusantara”

Kerajaan Aceh mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Kedah, Perlak, Johor dan sebagainya. Peninggalan budaya Islam yang cukup menonjol pada masa Pemerintahan Sultan Iskanda Muda adalah bangunan Masjid Baitturachman. Sepeninggal Sultan Islandar Muda, tahta kerajaan digantikan oleh Sultan Iskandar Tani (1636-1641). Setelah itu, Kerajaan Aceh terus mengalami kemunduran karena tidak terdapat sultan yang kuat.


DEMAK “Tunas Supremasi Kejayaan Nusantara”

Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raden Trenggono, dengan gelar Sultan Trenggono (1521-1546). pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kerajaan Demak sangat luas, mulai dari Jawa Barat (Banten, Jayakarta, dan Cirebon), Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebagai negara maritim, Demak menjalankan fungsinya sebagai penghubung/transito antara daerah penghasil rempah-rempah di bagian timur dengan Malaka, dan dari Malaka kemudian dibawa para pedagang menuju kawasan barat. Berkembangnya perekonomian Demak di samping faktor dunia kemaritiman, juga faktor perdagangan hasil-hasil pertanian


BANTEN “Garda Pulau Jawa”

Raja terbesar Banten adalah Sultan Ageng Tirtayasa, yang memerintah pada tahun 1651-1682, ia berhasil memajukan perdagangan Banten. Pada masa pemerintahannya, Banten berkembang menjadi bandar perdagangan dan pusat penyebaran agama Islam. Adapun faktor-faktornya adalah :

Letak strategis dalam lalu lintas perdagangan. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, sehingga para pedagang Islam tidak lagi singgah di Malaka, namun langsung menuju ke Banten. Banten mempunyai bahan ekspor penting, yaitu lada. Banten menjadi maju karena banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Arab, Gujarat, Persia, Turki, Cina dan sebagainya


MAKASAR [GOWA TALLO] “Simbol Kegigihan Melawan Supremasi Asing”

Pada masa pemerintahan Sultan Hassanuddin, Kerajaan Makasar mencapai masa kejayaan. Kerajaan Makasar menguasai hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan, dan ia juga memperluas wilayah kekuasaannya di Nusa Tenggara seperti Sumbawa dan Flores. Dalam rangka menguasai Makasar, Belanda melakukan politik devide at impera, hal ini mengakibatkan kekuasaan Sultan Hassanuddin akhirnya jatuh dan harus menandatangai perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Isi Perjanjian Bongaya :

  • Makasar harus mengakui monopoli VOC.
  • Wilayah Makasar dipersempit hingga tinggal Gowa saja.
  • Makasar harus membayar ganti rugi peperangan.
  • Hassanuddin harus mengakui Aru Palaka sebagai Raja Bone.
  • Gowa tertutup bagi orang asing selain VOC


MATARAM “Pewaris Supremasi Nusantara dari Jawa Bagian Selatan”

Raja terbesar Kerajaan Mataram adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645). Ia bercita-cita mempersatukan seluruh Jawa dibawah kekuasaan Mataram dan mengusir kompeni (VOC) dari Batavia

Untuk mewujudkan cita-cita menyatukan seluruh Jawa, Sultan Agung menundukkan Gresik, Surabaya, Kediri, Pasuruan, dan Tuban, Lasem, Pamekasan, dan Sumenep. Dengan demikian seluruh Jawa tunduk dibawah Mataram, dan di luar Jawa kekuasaan meluas sampai Palembang, Sukadana (Kalimantan), dan Goa. Sepeninggal Sultan Agung, penetrasi politik VOC di Mataram semakin kuat. Hal ini mengakibatkan Kerajaan Mataram terpecah-pecah menjadi kerajaan kecil. Pada Perjanjian Giyati 13 Februari 1755, Mataram dipecah menjadi dua, yaitu:

  • Mataram Barat, yakni Kesultanan Yogyakarta diberikan kepada Mangkubumi dengan
  • Gelar Sultan Hamengku Buwono 1.
  • Mataram Timur, yakni Kasunanan Surakarta diberikan kepada Paku Buwono III.


TERNATE TIDORE “Emas dari Timur Nusantara”

Pada mulanya di Maluku berdiri beberapa kerajaan-kerajaan kecil. Kerajaan-kerajaan tersebut tergabung ke dalam dua kelompok, yaitu Ulilima dan Ulisiwa

Kelompok Ulilima (persekutuan lima bersaudara) dipimpin oleh Ternate dan beranggotakan Ternate, Obi, Bacan, Seram, dan Ambon. kelompok Ulisiwa (persekutuan sembilan bersaudara) dipimpin oleh Tidore beranggotakan pulau-pulau Makayan, Jahilolo atau Halmahera dan pulau-pulau di dekat Papua


  • Peninggalan-Peninggalan Kebuyadaan Islam :

Masjid, diantara nya : Masjid Demak, Masjid Banten, Masjid CIrebon

Tradisi Upacara, seperti : Tradisi upacara Sekaten memperingati kelahiran Nabi Muhammd saw.

Kesenian, seperti : Alat musik kulintang, tari serimpi, sastra, seni rupa

Karya sastra, seperti : HIkayat, Babad, Syair, Suluk


Modul Ajar Kurikulum Merdeka :   


Power Point :

 


Note : 

Silahkan centang "SAYA BUKAN ROBOT" jika preview tidak terlihat, terus lakukan hal yang sama hingga preview terlihat

Komentar

Popular Posts

SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA

Dalam capaian pembelajaran fase D terbaru 2024 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terdapat materi tentang pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Mitigasi Bencana. Dalam materi tersebut, diharapkan siswa memahami upaya bencana untuk menunjang Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional maupun global. Berikut uraian materi singkat terkait : SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA Sustainable Development Goals (SDGs) diadopsi pada tahun 2015 sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015. SDGs merupakan serangkaian 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, SDGs mem-petakan pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Adapun 17 tujuan Sustainable Development Goals (SD...

Ikhtiar sederhana meraih ampunanNya

Gambar diambil dari Pixabay.com Dari Anas bin Malik ra, berkata, Rasulullah saw bersabda : "Seluruh Bani Adam (Manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat" HR. At Tirmidzi : 2499) "Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dansiang, dan Aku mengampuni semua dosa, maka  minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian " (HR. Muslim) Terdapat satu do'a sederhana, jika kita mengamalkannya, akan mendatangkan ampunan dari Nya. Do'a tersebut dibaca setelah kita selesai membaca tasyahud seusai shalat.   Telah menceritakan kepada kami  Abdullah bin 'Amru Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Al Husain Al Mu'allim dari Abdullah bin Buraidah dari Handlalah bin Ali bahwa Mihjan bin Al Adra' telah menceritakan kepadanya, katanya Mihjan; "Rasulullah shallallahu ...

Bersegeralah Sebelum Pintu itu Tertutup

  Oleh : Meylina Hidayanti “Tidaklah seorang muslim yang memiliki kedua orang tua, kemudian pada waktu pagi ia lakukan kebaikan kepada keduanya, kecuali Allah akan bukakan untuknya dua pintu surga. Dan ketika sore hari ia masih melakukan kebaikan kepada kedua orang tuanya, kecuali Allah bukakan lagi untuknya dua buah pintu surga”   [ HR. Al Baihaqi ] Di Yaman, pada zaman Nabi Muhammad SAW, terdapat seorang pemuda yatim, yang tak punya sanak famil i kecuali hanya ibunya yang telah tua renta, lumpuh dan dengan penglihatan yang telah kabur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia bekerja sebagai penggembala domba. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama sang ibu, dan jika terdapat kelebihan rezeki, ia gunakan untuk membantu tetangganya yang kekurangan. Dia seorang pemuda dengan penampilan cukup tampan, bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, kulitnya kemerah-merahan.Pakaiannya hanya dua helai sudah kusut, yang satu untuk penu...