Aktivitas Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Hindu Budha [Materi IPS Kelas VII : Kurikulum Merdeka]
AKTIVITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA HINDU BUDHA
Tujuan Pembelajaran :
- Menjelaskan persebaran persebaran Hindu Buddha di Indonesia.
- Menjelaskan teori apa yang paling kuat dan mendukung persebaran Hindu Buddha di Indonesia.
- Menjelaskan kerajaan apa saja yang menganut kepercayaan Hindu Buddha di Indonesia.
- Menjelaskan peninggalan sejarah kerajaan Hindu-Buddha yang masih dapat kita jumpai sampai saat ini
Materi Pembelajaran :
Hubungan dagang antara Indonesia dan dunia luar merupakan sebab awal adanya pengaruh budaya luar ke Indonesia. Dalam hal ini, J.C. Van Leur dan O.W. Wolters berpendapat bahwa hubungan dagang antara India dan Indonesia sudah terjalin sebelum hubungan dagang antara Indonesia dan Cina. Kondisi tersebut menjadi awal munculnya pengaruh budaya India di Indonesia.
Proses penyebaran dan perkembangan budaya India di Indonesia didasarkan pada beberapa teori masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia.
- Teori Brahmana : Teori Brahmana menyatakan bahwa masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia dibawa oleh Para Brahmana atau golongan pemuka agama di India
- Teori Waisya : Dalam teori Waiysa, para pedagang dari India dianggap telah memperkenalkan kebudayaan Hindu-Buddha pada masyarakat local
- Teori Ksatria : Agama Hindu masuk ke Indonesia oleh para prajurit India yang ingin menaklukan Nusantara. Mereka melakukan penyebaran agama Hindu melalui penaklukan wilayah atau prajurit yang melarikan diri setelah kalah perang
- Teori Arus Balik : Berdasarkan teori ini, penduduk Nusantara yang ulung dalam berlaut melakukan interaksi di negeri India dan pulang ke Nusantara untuk menyebarkan agama Hindu yang mereka pelajari.
KERAJAAN-KERAJAAN HINDU BUDHA di INDONESIA
Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai merupakan kerajaan hindu tertua di Indonesia yang terletak di Kalimantan Timur, di tepi Sungai Mahakam. Berdasarkan prasasti Yupa, diketahui bahwa raja yang memerintah adalah Mulawarman, putra dari Aswawarman dan cucu dari Kudungga. Dalam prasasti tersebut diceritakan bahwa Raja Mulawarman memberikan hadiah 1.000 ekor lembu kepada kaum Brahmana. Dalam kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Kutai, aktivitas perdagangan menjadi mata pencaharian utama. Hal ini terlihat pada letak Kutai yang berada pada jalur perdagangan dan pelayaran antara barat dan timur. Dengan demikian Kutai telah termasuk daerah persinggahan perdagangan Internasional.
Kerajaan Tarumanegara “Penanda Peradaban”
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan hindu tertua kedua di indonesia yang terletak di tepi Sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat.
Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan.
Adapun sumber-sumber sejarah kerajaan Tarumanegara adalah:
a) Berita dari Cina zaman dinasti Tang yang menyebutkan adanya kerajaan To-Lo-Mo (Tarumanegara) yang mengirimkan utusan ke Cina beberapa kali, antara lain tahun 528, 538, 665, dan 666 M.
b) Prasasti-prasasti yang ada di Jawa Barat dengan menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, yakni: Prasasti Ciaruteun (Bogor), Prasasti Kebon Kopi (Bogor), Prasasti Jambu atau Prasasti Pasir Awi (Bogor), Prasasti Tugu (Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta). Sementara di Desa Lebak, Banten Selatan ditemukan Prasasti Munjul. PRASASTI CIARUTEUN berisi empat baris kalimat yang berbunyi “Ini kedua telapak kaki yang seperti Dewa Wisnu, ialah kaki yang mulia Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani”
Kerajaan Sriwijaya “Sang Penguasa Perairan Nusantara”
Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan termegah yang ada di Indonesia pada abad ke-7. pemerintahan Sriwijaya yang berpusat di Muara Takus hingga kemudian berpindah ke Palembang.
Letak Sriwijaya sangat strategis, yaitu di jalur perdagangan antara India-Cina. Dengan keberhasilan Sriwijaya menguasai Selat Malaka yang merupakan urat nadi perdagangan di Asia Tenggara, menjadikan Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional. Penguasaan Sriwijaya atas Selat Malaka mempunyai arti penting terhadap perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim.
Sumber-sumber sejarah yang digunakan untuk mengetahui Kerajaan Sriwijaya:
a). Berita-berita dari Cina, India, Malaka, Ceylon, Arab dan Parsi.
b). Prasasti-prasasti (enam di Sumatra Selatan dan satu di Pulau Bangka).
c). Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, yang isinya Dapunta Hyang melakukan ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 tentara, kemudian berhasil menaklukkan dan menguasai beberapa daerah hingga Sriwijaya menjadi makmur.
d). Prasasti Talang Tuo di sebelah barat Palembang, yang isinya tentang pembuatan sebuah Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran Sriwijaya.
Kerajaan Mataram Kuno “Nuansa Kemewahan Peradaban Nusantara di Pulau Jawa”
Kerajaan
Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah, yang sering disebut dengan Bumi Mataram.
Kehidupan
ekonomi masyarakat Bumi Mataram bertumpu pada pertanian. Kondisi alam Bumi
Mataram yang tertutup dari dunia luar, mengakibatkan sulit untuk mengembangkan
aktivitas perekonominan dengan pesat. Pada masa Balitung, aktivitas perhubungan
dan perdagangan dikembangkan melalui Sungai Bengawan Solo. Pada Prasasti
Wonogiri dijelaskan bahwa desa-desa yang terletak di kanan kiri sungai
dibebaskan dari pajak dengan catatan harus menjamin kelancaran lalu lintas
lewat sungai tersebut.
Modul Ajar Kurikulum Merdeka :
Power Point (bentuk pdf) :
Refleksi :
Note :
Silahkan centang "SAYA BUKAN ROBOT" jika preview tidak terlihat, terus lakukan hal yang sama hingga preview terlihat

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung di website kami. Salam smart dari QIFA Smart Media