Langsung ke konten utama
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi"

KETIKA HATI TAK LAGI KOKOH BERDIRI

 


Oleh : Meylina Hidayanti


“Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus diri dari Rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”(QS. Az Zumar:53)


Dari Abu Sa’ad bin Malik bin Sinan Al Khudri r.a, sesungguhnya Nabi saw, bersabda,

“Ada seorang (dari generasi) sebelum kalian yang telah membunuh 99 orang.Dia lalu bertanya tentang orang yang paling alim di dunia ini. Maka ditunjukkanlah ia kepada seorang rahib (pendeta) dan ia pun mendatanginya. Kepada rahib tersebut, ia menyatakan telah membunuh 99 orang, kemudian ia bertanya, “Apakah masih mungkin bagiku utnuk bertaubat?”, Rahib itu menjawab, “Tidak mungkin!”. Tanpa berfikir panjang, orang ini pun kemudian membunuh rahib tersebut, hingga genaplah ia telah membunuh 100 orang.

Ia pun melanjutkan perjalanannya seraya mencari orang alim yang sekiranya dapat membantunya untuk bertaubat. Setelah mendapatkan informasi, ia pun bergegas mendatangi orang alim tersebut. Kepada orang alim ia menyatakan bahwa telah membunuh 100 orang, dan ia bertanya, “Apakah mungkin bagiku untuk bertaubat?”, orang alim menjawab, “Ya, siapa yang dapat menghalangimu untuk bertaubat. Pergilah ke suatu kampung (menyebutkan suatu tempat), ditempat itu terdapat sekelompok orang yang rajin beribadah kepada Allah swt.Beribadahlah bersama mereka, dan jangan kau kembali ke kampong asalmu”.Maka orang tersebut melanjutkan perjalanannya ke kampung yang dimaksudnya. Namun, ketika ia mencapai separuh perjalanan, ajal menjemputnya.

Berselisihlah antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, “ia datang bertaubat dengan hatinya menghadap kepada Allah”, sedangkan malaikat adzab berkata,”ia belum pernah berbuat kebaikan sedikitpun”.Kemudian datanglah malaikat lainnya dan berkata, “ukurlah jarak antara kedua kampong tersebut, manakah yang paling dekat dengan mayatnya, maka disitulah kedudukannya”.  Malaikat rahmat dan adzab kemudian mengukur jarak diantara keduanya, dan ternyata mayat tersebut lebih dekat dengan perkampungan yang akan ditujunya, akhirnya mayat tersebutpun diambil oleh malaikat rahmat” [HR. Bukhari, Muslim].

 

Keyakinan yang terkikis

Kerasnya usaha manusia dalam mendekatkan diri kepadaNya akan selalu hadir peran syaitan untuk menggoyahkan hati. Begitu mudah manusia dalam bermaksiat yang seringkali tidak sebanding dengan usahanya untuk senantiasa bertaubat.

Dari anas radiyallau’anhu dia berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan“ [HR.Tirmidzi]

 

Sebagaimana kisah panglima tersebut, kerasnya usaha syaitan dalam mematahkan semangat bertaubat sang panglima terlihat jelas melalui jawaban sang rahib yang mengecewakan hatinya, menjadikan sang panglima mudah masuk dalam perangkap syaitan dengan mengakhiri hidup sang rahib, sehingga sang panglima pun telah membunuh orang ke-100 dengan tangannya sendiri.

 

Sebagaimana dalam QS. Al-Hijr : 39 , “Iblis berkata : ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku menyesatkan mereka semuanya.’“. Begitu jelas hasrat syaitan, bahwa ia akan menyesatkan setiap insan. Mengembuskan keraguan, keputusasaan serta was-was dalam hati adalah sebuah upaya syaitan dalam menjauhkan hubungan seorang hamba kepada Rabbnya. Maka sikap optimisme terhadap Rahmat Allah wajib ditumbuhkan dalam jiwa setiap insan beriman, karena seringkali kita kurang yakin akan janji dan Rahmat Allah.

“…janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari Rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir” [QS. Yusuf:87].

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat" [QS.Al-Baqarah: 222]

 

Dalam HR. Muslim 4/2197-2198 no.2865 dijelaskan bahwa,

 “Orang yang selalu bertaubat adalah orang yang senantiasa kembali kepada Allah, kembali kepada Allah setelah bermaksiat kepadaNya. Kembali untuk melaksanakan perintahNya setelah ia menyelisihi perintahNya. Setiap dosa itu akan menjauhkan seseorang dari Allah, dan akan memutuskan hubungannya dengan Rabbnya. Disebutkan dalam hadits Qudsi, Allah berfirman (artinya), "Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu semuanya dalam keadaan lurus, namun setan datang kepada mereka, lalu membelokkan mereka dari Agama mereka".

Sesungguhnya orang yang selamat itu adalah orang yang apabila ia tersesat, niscaya ia langsung kembali kepada Allah, dan jika berdosa niscaya bertaubat.

Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia mohon ampun kepada Allah, niscaya dia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS.An-Nisaa': 110]

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri, niscaya mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui" [QS.Ali Imran: 135]

Dalam sebuah kisah, Al Hasan pernah ditanya perihal pertaubatan seorang muslim,”Tidakkah seorang dari kita merasa malu kepada Tuhannya karena dia memohon ampunan dari dosa-dosanya lalu dia melakukan (dosa-dosa itu) lagi kemudian meminta ampunan kemudian mengulanginya?”, dan Al Hasan menjawab,”Yang dinginkan setan adalah seandainya dia memenangkan ini (berputus asa serta bosan bertaubat) dari kalian, maka janganlah kalian merasa bosan dari meminta ampunan (istighfar)”.

Katakanlah, “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang” [QS. Az Zumar :53]

Jangan pernah berputus asa dari RahmatNya. Sungguh, Allah Maha Menepati JanjiNya

Komentar

Popular Posts

SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA

Dalam capaian pembelajaran fase D terbaru 2024 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terdapat materi tentang pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Mitigasi Bencana. Dalam materi tersebut, diharapkan siswa memahami upaya bencana untuk menunjang Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional maupun global. Berikut uraian materi singkat terkait : SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA Sustainable Development Goals (SDGs) diadopsi pada tahun 2015 sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015. SDGs merupakan serangkaian 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, SDGs mem-petakan pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Adapun 17 tujuan Sustainable Development Goals (SD...

Ikhtiar sederhana meraih ampunanNya

Gambar diambil dari Pixabay.com Dari Anas bin Malik ra, berkata, Rasulullah saw bersabda : "Seluruh Bani Adam (Manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat" HR. At Tirmidzi : 2499) "Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dansiang, dan Aku mengampuni semua dosa, maka  minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian " (HR. Muslim) Terdapat satu do'a sederhana, jika kita mengamalkannya, akan mendatangkan ampunan dari Nya. Do'a tersebut dibaca setelah kita selesai membaca tasyahud seusai shalat.   Telah menceritakan kepada kami  Abdullah bin 'Amru Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Al Husain Al Mu'allim dari Abdullah bin Buraidah dari Handlalah bin Ali bahwa Mihjan bin Al Adra' telah menceritakan kepadanya, katanya Mihjan; "Rasulullah shallallahu ...

Bersegeralah Sebelum Pintu itu Tertutup

  Oleh : Meylina Hidayanti “Tidaklah seorang muslim yang memiliki kedua orang tua, kemudian pada waktu pagi ia lakukan kebaikan kepada keduanya, kecuali Allah akan bukakan untuknya dua pintu surga. Dan ketika sore hari ia masih melakukan kebaikan kepada kedua orang tuanya, kecuali Allah bukakan lagi untuknya dua buah pintu surga”   [ HR. Al Baihaqi ] Di Yaman, pada zaman Nabi Muhammad SAW, terdapat seorang pemuda yatim, yang tak punya sanak famil i kecuali hanya ibunya yang telah tua renta, lumpuh dan dengan penglihatan yang telah kabur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia bekerja sebagai penggembala domba. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama sang ibu, dan jika terdapat kelebihan rezeki, ia gunakan untuk membantu tetangganya yang kekurangan. Dia seorang pemuda dengan penampilan cukup tampan, bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, kulitnya kemerah-merahan.Pakaiannya hanya dua helai sudah kusut, yang satu untuk penu...