Langsung ke konten utama
"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi"

KETIKA CINTA HARUS MEMILIH dan HATI MULAI BERFIKIR

 


Oleh : Meylina Hidayanti


“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karunikanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi(karunia)” [QS. Ali Imran:8]



Pada suatu malam, dalam mimpinya nabi Ibrahim a.s mendapatkan perintah Allah swt untuk menyembelih putranya yang bernama ismail, sebagaimana terdapat dalam QS. Ash Shaffat:102, “Maka tatkala anak itu sampai pada(umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ’Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu..’ ”.

Tentulah hal ini merupakan suatu hal yang berat, karena kehadiran Ismail merupakan penantian panjang nabi Ibrahim a.s dan Siti Hajar. Maka berbincanglah nabi Ibrahim a.s, Siti Hajar dan Ismail. Siti Hajar berkata, “Mungkin mimpimu hanya mainan tidur saja, tetapi jikalau mimpi tersebut merupakan wahyu, maka wajiblah dituruti”. Ismail berkata, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” [QS. Ash Shafaat:102].

Ternyata perkara ini telah sampailah pada masyarakat sekitar, sehingga beberapa orang diantaranya mengatakan “Nampaknya Ibrahim sudah gila karena hendak menyembelih anaknya sendiri, jika kita tidak menghentikan perkara ini, maka kita pun akan dibunuhnya kelak”.

 

Keesokan harinya, nabi Ibrahim a.s tetap melaksanakan perintah Allah swt untuk menyembelih Ismail apapun tuduhan masyarakat terhadapnya. Ia pun membawa Ismail, putra kesayanganya untuk disembelih. Setibanya di tempat yang dituju, Ismail berkata “Wahai ayahku, lebih baik kiranya jika engkau menyembelihku dengan keadaan aku tertelungkup, dan hendaklah engkau menutup mata, dan hendaklah engkau mengetahui arah pedang tajam telah tepat di leherku”.

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran keduanya” [QS. Ash Shafaat:103]. Nabi Ibrahim a.s pun mengucapkan kalimat Allah lalu memacungkan pedangnya tepat di leher Ismail.

 

Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui keteguhan serta kesabaran keduanya dalam melaksanakan perintahNya, maka Allah pun mengganti Ismail dengan seekor kambing.Sehingga Ibrahim a.s tidaklah sedang menyembelih putra kesayangannya, melainkan menyembelih seekor kambing. Sebagaimana dikisahkan dalam QS. Ash Shafaat 104-107, “Dan kami panggil dia, ‘Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan tebusan yang besar(Allah menggantinya dengan seekor kambing)”.  

 

Ketika hati mulai berfikir

Dahsyatnya rasa cinta kepada RabbNya, menjadikan Ibrahim a.s dengan teguh melaksanakan perintahNya untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya sendiri. Sebagaimana pula Ismail, ia pun dengan sepenuh hati melaksanakan perintahNya, meskipun ia menjadi pihak yang ‘terkorban’, yakni untuk disembelih oleh ayahnya sendiri yang ia ketahui bahwa ayahnya begitu menyayanginya.

 

Kecintaan pada Illahi Rabbi akan menumbuhkan keimanan bahwa apapun ketetapanNya, akan senantiasa mendatangkan kebaikan setelahnya. Disanalah peran segumpal daging (hati) yang terdapat dalam setiap tubuh manusia, ia menjadi control center terhadap apa yang akan dilakukan. Dan ketika hati seorang hamba Allah mulai berfikir, maka akalnya akan mendorong tubuhnya untuk tunduk dan patuh terhadap perintahNya.

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka jasad tersebut akan menjadi baik. Dan sebaliknya, apabila ia buruk, maka jasad tersebut akan menjadi buruk. Ketahuilah, bahwa segumpal daging tersebut adalah qalbu yaitu hati” [HR. Bukhari].

 

Sebagaimana Ibrahim a.s yang tidak lagi berfikir akan banyaknya penolakan masyarakat atas apa yang akan ia lakukan terhadap anak kesayangannya, karena hatinya berfokus pada melaksanakan perintah Tuhannya, sami’na wa atho’na.

Sebagaimana pula seuntai do’a yang dilantunkan oleh nabi Yusuf a.s dalam QS. Yusuf:33, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”

Dikarenakan persaksian palsu zulaikah atas peristiwa perlakuan ‘tidak terhormat’ terhadap Yusuf, mengakibatkan Yusuf berada dalam penjara. Namun dahsyatnya rasa cinta kepada Illahi Rabbi, menjadikan Yusuf a.s lebih memilih berada dalam jeruji besi agar senantiasa berada dalam ridloNya daripada sebuah kebebasan palsu dikarenakan kekhawatiran akan hadirnya kecenderungan dalam diri terhadap tipu daya manusia.

Sebagaimanapula ketika Abu Ubaidah yang harus berperang melawan ayahnya sendiri pada saat perang badar, yaitu perang antara kaum muslimin dan kaum kafir quraisy.

 

Ketika hati seorang hamba Allah mulai berfikir, ia akan mengetahui cinta manakah yang harus ia pilih

Komentar

Popular Posts

SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA

Dalam capaian pembelajaran fase D terbaru 2024 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) terdapat materi tentang pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Mitigasi Bencana. Dalam materi tersebut, diharapkan siswa memahami upaya bencana untuk menunjang Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks lokal, regional maupun global. Berikut uraian materi singkat terkait : SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DAN MITIGASI BENCANA Sustainable Development Goals (SDGs) diadopsi pada tahun 2015 sebagai kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015. SDGs merupakan serangkaian 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut, SDGs mem-petakan pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Adapun 17 tujuan Sustainable Development Goals (SD...

Ikhtiar sederhana meraih ampunanNya

Gambar diambil dari Pixabay.com Dari Anas bin Malik ra, berkata, Rasulullah saw bersabda : "Seluruh Bani Adam (Manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat" HR. At Tirmidzi : 2499) "Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dansiang, dan Aku mengampuni semua dosa, maka  minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuni kalian " (HR. Muslim) Terdapat satu do'a sederhana, jika kita mengamalkannya, akan mendatangkan ampunan dari Nya. Do'a tersebut dibaca setelah kita selesai membaca tasyahud seusai shalat.   Telah menceritakan kepada kami  Abdullah bin 'Amru Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Al Husain Al Mu'allim dari Abdullah bin Buraidah dari Handlalah bin Ali bahwa Mihjan bin Al Adra' telah menceritakan kepadanya, katanya Mihjan; "Rasulullah shallallahu ...

Bersegeralah Sebelum Pintu itu Tertutup

  Oleh : Meylina Hidayanti “Tidaklah seorang muslim yang memiliki kedua orang tua, kemudian pada waktu pagi ia lakukan kebaikan kepada keduanya, kecuali Allah akan bukakan untuknya dua pintu surga. Dan ketika sore hari ia masih melakukan kebaikan kepada kedua orang tuanya, kecuali Allah bukakan lagi untuknya dua buah pintu surga”   [ HR. Al Baihaqi ] Di Yaman, pada zaman Nabi Muhammad SAW, terdapat seorang pemuda yatim, yang tak punya sanak famil i kecuali hanya ibunya yang telah tua renta, lumpuh dan dengan penglihatan yang telah kabur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia bekerja sebagai penggembala domba. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama sang ibu, dan jika terdapat kelebihan rezeki, ia gunakan untuk membantu tetangganya yang kekurangan. Dia seorang pemuda dengan penampilan cukup tampan, bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, kulitnya kemerah-merahan.Pakaiannya hanya dua helai sudah kusut, yang satu untuk penu...